Senin, 19 September 2016

Berita-Berita Mubes 2016

jumlah peserta yg hadir sesuai absen.. ada juga nggak isi absen tp hadir.. 😉
1) Angkatan 1968 - 1975 = 11 orang
2) Angkatan 1976 - 1979 = 12 orang
3) Angkatan 1980 - 1981 = 18 orang
4) Angkatan 1982 = 13 orang
5) Angkatan 1983 = 14 orang
6) Angkatan 1984 = 7 orang
7) Angkatan 1985 - 1986 = 9 orang
8) Angkatan 1987 - 1989 = 22 orang
9) Angkatan 1990 - 1991 = 18 orang
10) Angkatan 1992 - 2015 = 46 orang

Total 170 peserta yang hadir sesuai absen.

Pusat Janjikan Beli 525 Ribu Ton Karet Sumsel

KORDANEWS – Di tengah lesunya harga komoditi. Ada sedikit harapan untuk petani karet. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Ir Permana MMA mengatakan, Sumsel dijanjikan untuk penyerapan karet domestik oleh Pemerintah Pusat.

“Kita akan dibeli sebanyak 525 ribu ton yang akan dibeli BUMD dan Kemenhub untuk bahan baku pelabuhan laut,” kata Permana dalam Seminar IKAPERTA Unsri dan Musyawarah Besar IKAPERTA Unsri 2016 di Gedung Pascasarjana Unsri, Sabtu (10/9).

Selain itu, lanjut Permana, diharapkan melalui hal ini ekspor karet diluar juga dibatasi. Sehingga komoditi karet akan semakin menguat harganya. “Dengan itu justru akan menumbuhkan industri hilir dalam negeri,” terang Permana. (yda)
Sumber: kordanews


Wagub Minta IKAPERTA Dorong Petani Hasilkan Produk yang Baik

KORDANEWS- Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki meminta stakeholder pertanian, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Alumni Pertanian (Ikaperta) Unsri untuk mengarahkan petani mampu menghasilkan produk yang baik.

 “Petani harus di berikan petunjuk diberikan pedamping kepada para petani agar di sektor pertanian berhasil khusunya petani Sumsel,” kata Ishak saat Pembukaan Seminar Nasional dan Musyawarah Besar IKAPERTA Unsri, Sabtu (10/9).

 Apalagi, Sumsel memiliki potensi pertanian besar. Dimana, ada   luas lahan pertanian 774 ribu hektare dan lahan kering 5,56 ribu hektar. Potensi tersebut harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Tujuannya, Sumsel sebagai lumbung pangan mampu mensejahterakan petani.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi sudah melakukan program untuk mensejahterakan petani seperti pembuatan irigasi bendungan alat pertanian ,bibit , dan benih. “Jalan jalan produksi pertanian kita bangun ,kita betul-betul agar kedepannya supaya para pertani ini sukses dan sejahtera dan sumatera selatan menjadi lubung pangan,”ungkapnya. (yda)



SUMSEL 5 BESAR KETAHANAN PANGAN INDONESIA, PERAN ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN PENTING DISINI
SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 , 17:28:00 WIB

RMOL. Alumni pertanian berkewajiban untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia khususnya di Provinsi Sumsel.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki saat membuka seminar nasional dan musyawarah besar Ikatan Alumni  Fakultas Pertanian (IKAPERTA) Unsri 2016-2019 dengan tema “Peran Sektor Pertanian dan Perdagangan dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan” di Kampus Pasca Sarjana Unsri Jalan Padang Selasa Bukit Besar Palembang, Sabtu (10/9).

Wagub menambahkan, masalah ketahanan pangan memang menjadi prioritas pemerintah pusat termasuk 9 program nawacita Presiden RI, Joko Widodo.

"Kita di Sumsel terus meningkatkan ketahanan pangan bahkan Provinsi Sumsel termasuk 5 besar ketahanan pangan di Indonesia," ujarnya.

Guna meningkatkan ketahan pangan Pemerintah Provinsi sudah membangun irigasi di OKI yang mengaliri sawah lebih 9.000 hektar kemudian di OKU Selatan di bangun waduk. Semua itu guna untuk meningkatkan produksi pangan di Sumsel.

Untuk petani pun, Ishak Mekki mengatakan, baik bantuan sudah lumayan besar kepada petani seperti bibit dan alat-alat lainnya terus dilakukan pemerintah kepada para petani.

Menurutnya, masalah pertanian ini sangat di perhatikan, Sumsel daerah yang agraris sebagian besar masyarakatnya di sektor pertanian. Hal  ini perlu dicarikan solusi bagaimana nantinya para petani bisa baik dan sejahtera.

"Di sini peran alumni harus sinergi dan bekerjasama kepada dinas terkait untuk dapat mewujudkan keluarga petani lebih baik kedepan," ucapnya.

Pemprov Sumsel menyambut baik kegiatan seminar nasional dan musyawarah besar Ikaperta guna mendapatkan rekomendasi bagi masyarakat petani agar petani lebih maju kedepan lagi.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ir Yudhi Zuriah menyampaikan, secara umum tujuan seminar nasional dan musyawarah besar Ikaperta Unsri 2016 ini untuk menggalang tali silaturahmi antara alumni dan menggali kebijakan informasi ketahanan pangan untuk mencapai keberhasilan ketahanan pangan nasional serta memilih penetapan pengurus Ikaperta Unsri 2016-2019.

Seminar nasional dan musyawarah besar diikuti 214 orang sebagaian besar alumni Fakultas Pertanian Unsri mulai dari angkatan tahun 1970 sampai 2000. 

Dia menambahkan, Musyawarah Ikaperta dihadiri para alumni Unsri di seluruh nusantara, ada dari Jakarta, Bandung, Pontianak, Bogor, Padang dan Aceh.

"Kegiatan ini agenda 3 tahunan, merupakan amanat dasar untuk melaksanakan penyegaran Ikaperta," tandasnya.

Semetara, Ketua Umum Ikaperta Unsri, Dr. Ir Deddy Saleh mengatakan, tujuan dari alumni ini untuk kepentingan banyak tapi yang paling penting bersilaturahmi.

"Tugas kita sebagai alumni selain bersilaturahmi, kita harus sesuai dengan tugas pokok kita sebagai alumni Fakultas Pertanian," ujarnya.

Melihat Sumsel sebagai lumbung pangan secara nasional bahkan sebagai suplai ke negera-negara lain, itu harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Kami berharap peran dari pertanian dan perdagangan meningkatakan ketahanan pangan, jangan hanya diserahkan kepada pemerintah daerah. Peran alumni bisa ditunjukkan disitu. Bukan hanya berbicara tetapi menggerakan konsep kita dan peran kita masing-masing," pungkasnya.[sri/rel]



Ishak Mekki : Peran Alumni IKAPERTA Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan Sumsel

PALEMBANG(SUMSELONE)-Provinsi Sumsel sebenarnya masih menjadi lumbung pangan nasional, bahkan masuk lima besar penyumbang pangan secara nasional. Namun tidak sedikit kondisi petani dan nelayan di Sumsel yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan.

"Untuk itu peran dari Alumni IKAPERTA sangat diharapkan dalam meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan, selain dari meningkatkan ketahanan pangan di Sumsel khususnya dan Indonesia secara umum," tegas Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dihadapan peserta seminar Nasional dan Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Pertanian (IKAPERTA) Unsri, digedung Pasca Sarjana Unsri, Sabtu (10/9).

Ishak melanjutkan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan di Sumsel yang mempunyai 74 ribu hektare lahan pertanian padi, dan 5,9 juta hektare lahan kering, agar diupayakan lahan yang sudah ada saat ini menjadi produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani dan nelayan di Sumsel. "Saat ini Pemerintah sedang membangun irigasi di OKI yang dapat mengairi pertanian seluas 9.000 hektare dan pembangunan waduk di OKU Selatan untuk lahan pertanian. Pemprov Sumsel terus berupaya membantu petani untuk meningkatkan ketahan pangan, diantaranya memberikan bantuan mulai dari mesin hand traktor hingga bibit tanaman," ujarnya.

Sementara, Ketua Umum IKAPERTA Dr Ir Dedi Saleh mengatakan, Provinsi Sumsel tidak terbantahkan lagi menjadi lumbung pangan nasional. Namun kenyataannya masyarakat petani masih banyak yang miskin padahal lahan pertanian subur.  "Masih banyak anak petani dan nelayan yang tidak sekolah ini perlu menjadi perhatian serius dari IKAPERTA agar kesejahteraan mereka bisa meningkat," tutupnya.(fau)




Sumber: www.tifanews.com








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan dikomentari