jumlah peserta yg hadir sesuai absen.. ada juga nggak isi absen tp hadir.. 😉
1) Angkatan 1968 - 1975 = 11 orang
2) Angkatan 1976 - 1979 = 12 orang
3) Angkatan 1980 - 1981 = 18 orang
4) Angkatan 1982 = 13 orang
5) Angkatan 1983 = 14 orang
6) Angkatan 1984 = 7 orang
7) Angkatan 1985 - 1986 = 9 orang
8) Angkatan 1987 - 1989 = 22 orang
9) Angkatan 1990 - 1991 = 18 orang
10) Angkatan 1992 - 2015 = 46 orang
Total 170 peserta yang hadir sesuai absen.
Pusat Janjikan Beli 525 Ribu Ton Karet Sumsel
1) Angkatan 1968 - 1975 = 11 orang
2) Angkatan 1976 - 1979 = 12 orang
3) Angkatan 1980 - 1981 = 18 orang
4) Angkatan 1982 = 13 orang
5) Angkatan 1983 = 14 orang
6) Angkatan 1984 = 7 orang
7) Angkatan 1985 - 1986 = 9 orang
8) Angkatan 1987 - 1989 = 22 orang
9) Angkatan 1990 - 1991 = 18 orang
10) Angkatan 1992 - 2015 = 46 orang
Total 170 peserta yang hadir sesuai absen.
Pusat Janjikan Beli 525 Ribu Ton Karet Sumsel
KORDANEWS – Di tengah lesunya harga komoditi. Ada sedikit
harapan untuk petani karet. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel,
Ir Permana MMA mengatakan, Sumsel dijanjikan untuk penyerapan karet domestik
oleh Pemerintah Pusat.
“Kita akan dibeli sebanyak 525 ribu ton yang akan dibeli
BUMD dan Kemenhub untuk bahan baku pelabuhan laut,” kata Permana dalam Seminar
IKAPERTA Unsri dan Musyawarah Besar IKAPERTA Unsri 2016 di Gedung Pascasarjana
Unsri, Sabtu (10/9).
Selain itu, lanjut Permana, diharapkan melalui hal ini
ekspor karet diluar juga dibatasi. Sehingga komoditi karet akan semakin menguat
harganya. “Dengan itu justru akan menumbuhkan industri hilir dalam negeri,”
terang Permana. (yda)
Sumber: kordanews
Wagub Minta IKAPERTA Dorong Petani Hasilkan Produk yang Baik
KORDANEWS- Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki meminta
stakeholder pertanian, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Alumni Pertanian
(Ikaperta) Unsri untuk mengarahkan petani mampu menghasilkan produk yang baik.
“Petani harus di
berikan petunjuk diberikan pedamping kepada para petani agar di sektor
pertanian berhasil khusunya petani Sumsel,” kata Ishak saat Pembukaan Seminar
Nasional dan Musyawarah Besar IKAPERTA Unsri, Sabtu (10/9).
Apalagi, Sumsel
memiliki potensi pertanian besar. Dimana, ada
luas lahan pertanian 774 ribu hektare dan lahan kering 5,56 ribu hektar.
Potensi tersebut harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Tujuannya, Sumsel
sebagai lumbung pangan mampu mensejahterakan petani.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi sudah melakukan program
untuk mensejahterakan petani seperti pembuatan irigasi bendungan alat pertanian
,bibit , dan benih. “Jalan jalan produksi pertanian kita bangun ,kita
betul-betul agar kedepannya supaya para pertani ini sukses dan sejahtera dan
sumatera selatan menjadi lubung pangan,”ungkapnya. (yda)
SUMSEL 5 BESAR KETAHANAN PANGAN INDONESIA, PERAN ALUMNI
FAKULTAS PERTANIAN PENTING DISINI
SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 , 17:28:00 WIB
RMOL. Alumni pertanian berkewajiban untuk meningkatkan
ketahanan pangan di Indonesia khususnya di Provinsi Sumsel.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak
Mekki saat membuka seminar nasional dan musyawarah besar Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (IKAPERTA) Unsri 2016-2019
dengan tema “Peran Sektor Pertanian dan Perdagangan dalam Upaya Meningkatkan
Ketahanan Pangan” di Kampus Pasca Sarjana Unsri Jalan Padang Selasa Bukit Besar
Palembang, Sabtu (10/9).
Wagub menambahkan, masalah ketahanan pangan memang menjadi
prioritas pemerintah pusat termasuk 9 program nawacita Presiden RI, Joko Widodo.
"Kita di Sumsel terus meningkatkan ketahanan pangan
bahkan Provinsi Sumsel termasuk 5 besar ketahanan pangan di Indonesia,"
ujarnya.
Guna meningkatkan ketahan pangan Pemerintah Provinsi sudah
membangun irigasi di OKI yang mengaliri sawah lebih 9.000 hektar kemudian di
OKU Selatan di bangun waduk. Semua itu guna untuk meningkatkan produksi pangan
di Sumsel.
Untuk petani pun, Ishak Mekki mengatakan, baik bantuan sudah
lumayan besar kepada petani seperti bibit dan alat-alat lainnya terus dilakukan
pemerintah kepada para petani.
Menurutnya, masalah pertanian ini sangat di perhatikan,
Sumsel daerah yang agraris sebagian besar masyarakatnya di sektor pertanian.
Hal ini perlu dicarikan solusi bagaimana
nantinya para petani bisa baik dan sejahtera.
"Di sini peran alumni harus sinergi dan bekerjasama
kepada dinas terkait untuk dapat mewujudkan keluarga petani lebih baik
kedepan," ucapnya.
Pemprov Sumsel menyambut baik kegiatan seminar nasional dan
musyawarah besar Ikaperta guna mendapatkan rekomendasi bagi masyarakat petani
agar petani lebih maju kedepan lagi.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ir Yudhi Zuriah
menyampaikan, secara umum tujuan seminar nasional dan musyawarah besar Ikaperta
Unsri 2016 ini untuk menggalang tali silaturahmi antara alumni dan menggali
kebijakan informasi ketahanan pangan untuk mencapai keberhasilan ketahanan
pangan nasional serta memilih penetapan pengurus Ikaperta Unsri 2016-2019.
Seminar nasional dan musyawarah besar diikuti 214 orang
sebagaian besar alumni Fakultas Pertanian Unsri mulai dari angkatan tahun 1970
sampai 2000.
Dia menambahkan, Musyawarah Ikaperta dihadiri para alumni
Unsri di seluruh nusantara, ada dari Jakarta, Bandung, Pontianak, Bogor, Padang
dan Aceh.
"Kegiatan ini agenda 3 tahunan, merupakan amanat dasar
untuk melaksanakan penyegaran Ikaperta," tandasnya.
Semetara, Ketua Umum Ikaperta Unsri, Dr. Ir Deddy Saleh
mengatakan, tujuan dari alumni ini untuk kepentingan banyak tapi yang paling
penting bersilaturahmi.
"Tugas kita sebagai alumni selain bersilaturahmi, kita
harus sesuai dengan tugas pokok kita sebagai alumni Fakultas Pertanian,"
ujarnya.
Melihat Sumsel sebagai lumbung pangan secara nasional bahkan
sebagai suplai ke negera-negara lain, itu harus dipertahankan bahkan
ditingkatkan.
"Kami berharap peran dari pertanian dan perdagangan
meningkatakan ketahanan pangan, jangan hanya diserahkan kepada pemerintah
daerah. Peran alumni bisa ditunjukkan disitu. Bukan hanya berbicara tetapi
menggerakan konsep kita dan peran kita masing-masing," pungkasnya.[sri/rel]
Ishak Mekki : Peran Alumni IKAPERTA Diharap Tingkatkan
Kesejahteraan Petani dan Nelayan Sumsel
PALEMBANG(SUMSELONE)-Provinsi Sumsel sebenarnya masih
menjadi lumbung pangan nasional, bahkan masuk lima besar penyumbang pangan
secara nasional. Namun tidak sedikit kondisi petani dan nelayan di Sumsel yang
hidupnya masih di bawah garis kemiskinan.
"Untuk itu peran dari Alumni IKAPERTA sangat diharapkan
dalam meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan, selain dari
meningkatkan ketahanan pangan di Sumsel khususnya dan Indonesia secara
umum," tegas Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dihadapan peserta seminar
Nasional dan Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Pertanian (IKAPERTA) Unsri,
digedung Pasca Sarjana Unsri, Sabtu (10/9).
Ishak melanjutkan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan
di Sumsel yang mempunyai 74 ribu hektare lahan pertanian padi, dan 5,9 juta
hektare lahan kering, agar diupayakan lahan yang sudah ada saat ini menjadi produktif
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani dan nelayan di Sumsel.
"Saat ini Pemerintah sedang membangun irigasi di OKI yang dapat mengairi
pertanian seluas 9.000 hektare dan pembangunan waduk di OKU Selatan untuk lahan
pertanian. Pemprov Sumsel terus berupaya membantu petani untuk meningkatkan
ketahan pangan, diantaranya memberikan bantuan mulai dari mesin hand traktor
hingga bibit tanaman," ujarnya.
Sementara, Ketua Umum IKAPERTA Dr Ir Dedi Saleh mengatakan,
Provinsi Sumsel tidak terbantahkan lagi menjadi lumbung pangan nasional. Namun
kenyataannya masyarakat petani masih banyak yang miskin padahal lahan pertanian
subur. "Masih banyak anak petani
dan nelayan yang tidak sekolah ini perlu menjadi perhatian serius dari IKAPERTA
agar kesejahteraan mereka bisa meningkat," tutupnya.(fau)
Sumber: www.tifanews.com
Berita sebelumnya tanggal 9 September 2016
https://ikapertaunsri.blogspot.co.id/2016/09/talk-show-upaya-dalam-meningkatkan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan dikomentari