Musyawarah Besar Ikaperta Unsri dan Seminar
Nasional Kebijakan Perdagangan Sektor Pertanian dalam Perdagangan Bebas ASEAN
DAN Dunia
Tema : Peran Pemerintah dan Swasta dalam meningkatkan
Ketahanan Produk Pertanian dan Petani Indonesia.
Palembang, 10 September 2016
Pendahuluan
Kondisi Geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau baik besar dan
kecil dengan wilayah daratan dan lautan yang sangat luas serta posisi silang
Indonesia yang sangat strategis membawa implikasi adanya kandungan sumber
kekayaan alam yang berlimpah dan beraneka ragam yang tersebar di seluruh
wilayah nusantara. Dengan melihat kondisi lingkungan geografis Indonesia serta
sebagian besar mata pencaharian utama masyarakat Indonesia yang sebagai petani,
sudah barang tentu hal tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai sektor
penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya
perekonomian bangsa yang mencanangkan masa
depan Indonesia menuju era industrialisasi tentunya tetap dipertimbangkan pula
untuk memperkuat sektor pertanian.
Salah satu program yang tertuang dalam Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK
dalam sektor pertanian adalah meningkatkan kepemilikan petani atas tanah
pertanian menjadi rata-rata 2 hektar (saat ini masih di bawah 0,75 hektar), dan
meningkatkan swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan. Untuk
merealisasikan hal tersebut, pemerintah berencana untuk melakukan redistribusi
tanah seluas 9 juta hektar yang akan menjadi tanah bagi petani. Tanah ini dapat
berasal dari tanah di bawah otoritas Badan Pertanahan Nasional (BPN), atau
tanah kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi, serta adanya pengakuan hak
ulayat masyarakat hukum adat. Pemerintah beranggapan bahwa program ini pada
akhirnya akan dapat menyejahterakan para petani, khususnya petani kecil.
Selain itu pertumbuhan penduduk yang semakin besar dan
terus meningkat yang diperkirakan mencapai 240 juta orang, tentunya hal
tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan pangan serta merupakan permasalahan
didalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Kepemilikan aset para petani
yang semakin minim juga keberadaan sawah sebagai sumber penghasilan Petani yang
makin berkurang karena tersaingi oleh kepentingan pembangunan yang terus
meningkat apabila tidak segera ditangani dengan kebijakan yang tepat maka akan
menjadi masalah pembangunan sektor pertanian.
Sektor pertanian merupakan pilar utama pembangunan
perekonomian Indonesia dikarenakan hampir seluruh kegiatan perekonomian
Indonesia berpusat pada sektor tersebut. Untuk mencapai keberhasilan
peningkatan pembangunan sektor pertanian diperlukan adanya kerjasama antara
berbagai kalangan yang berkecimpung langsung dibidang pertanian baik itu dari
pelaku pertanian dalam hal ini petani, pemerintah, lembaga peneliti, ilmuwan,
innovator, kalangan akademik maupun pihak swasta sebagai kalangan industry,
dengan demikian diharapkan dengan hal tersebut dapat memecahkan masalah
kebuntuan terhadap masalah pertanian yang dihadapi sehingga pada akhirnya dapat
meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Permasalahan pada sektor pertanian, yaitu pertama berupa
permasalahan lahan khususnya yang terkait dengan ketersediaan, laju konversi,
kualitas, kecilnya luas garapan, serta status kepemilikan garapan. Kedua adalah
permasalahan infrastruktur khususnya terkait kerusakan dan keterbatasan jaringan
irigasi serta sarana transportasi pertanian.
Ketiga adalah permasalahan benih khususnya terkait dengan
sistem dan kelembagaaan penyediaan benih. Keempat adalah permasalahan regulasi
dan kelembagaan khususnya terkait perizinan dan organisasi petani. Kelima
adalah permasalahan sumber daya manusia. permasalahan keenam adalah permodalan
khususnya akses petani untuk mendapatkan perkreditan.
Permasalahan eksternal sektor pertanian diantaranya
adalah satu perubahan iklim. Kedua kondisi perekonomian global yang belum
sepenuhnya pulih dari krisis. Ketiga gejolak harga pangan. Keempat bencana
alam. Kelima pertumbuhan penduduk dan keenam tuntutan sistem distribusi
antarpulau secara lebih efisien serta ketujuh tingginya laju urbanisasi.
Tujuan
Seminar
1. Untuk mendapatkan solusi kebijakan sektor pertanian
yang tidak merugikan Pertanian di Indonesia
2. Perlunya
kerjasama antara pemerintah, akademisi, swasta dan petani untuk mencapai
keberhasilan ketahanan pangan nasional.
3. Perlunya
perhatian yang seksama dalam menyelamatkan pertanian di Indonesia.
Waktu dan Tempat
Waktu dan Tempat
Penyelenggaraan Seminar Nasional:
Hari/Tanggal : Sabtu, 10 September 2016
Pukul : 08.30 wib s.d selesai
Tempat : Gedung Kampus Program Pasca
Sarjana Jl. Padang Selasa
Bukit Besar Palembang
Pembicara:
1.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Srie Agustina
2.
Kepala Dinas Pertanian
Sumatera Selatan, Erwin Noorwibowo
3.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Permana, MMA
Agenda Acara
Waktu
|
Materi
|
Pembicara/Panitia
|
08.00-08.30
|
Registrasi peserta/pemakalah
|
Panitia
|
08.30-09.00
|
Upacara Pembukaan:
· Laporan
Ketua Panitia Pelaksana
· Sambutan
Ketua Umum Ikaperta Unsri
· Sambutan
Gubernur Sumsel dan sekaligus membuka
acara
· Doa
|
Yudhi Zuriah W.P
DR. Deddy Saleh
H. Alex Noerdin
Panitia Pelaksana
|
09.00-09.40
|
Kebijakan Nasional dalam pengaturan perdagangan
untuk produk pertanian dalam menunjangan Ketahanan Nasional
|
Sekretaris
Jenderal Kementerian Perdagangan RI
|
09.40-10.20
|
Kebijakan Daerah dalam menunjang peningkatan
swasembada pangan
|
Kepala Dinas Pertanian Sumsel
|
10.20-11.00
|
Nilai Strategis Ketahanan Pangan baik di dalam
Negeri maupun di luar negeri
|
Kepala
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Banyuasin
|
11.00-12.00
|
Tanya Jawab
|
Moderator
|
12.00-13.00
|
ISHOMA
|
Panitia Pelaksana
|
13.00-15.00
|
Musyawarah Besar Ikaperta
Unsri 2016-2019
|
Panitia Pelaksana
|
15.00-15.30
|
Penutupan
sekaligus Pembacaan visi dan misi Ketua Umum terpilih
|
Ketua Umum terpilih 2016-2019
|
Peserta
1.
Pemerintah Pusat bidang Pertanian
2.
Pemerintah Daerah Sumatera Selatan
3.
Kalangan Akademisi dan Praktisi
4.
Alumni FP Unsri seluruh angkatan
Sumber Pembiayaan
Dana yang dibutuhkan pada
kegiatan ini adalah sebesar Rp 63,230,000,- Terbilang Enam puluh tiga juga dua ratus tiga puluh ribu rupiah yang bersumber dari:
1.
Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan
2.
Alumni
3.
Sponsor
4.
Donatur yang tidak mengikat
Rekening Bank : CIMB
Niaga a/n. Daifi, No. Rekening 4380 1008 21114
Kontak Person a.n Ir.
Daifi T: 08128057518 atau 08119692468
RENCANA ANGGARAN MUSYAWARAH BESAR DAN SEMINAR NASIONAL
|
|||||||
Tema : Peran Pemerintah dan Swasta
dalam meningkatkan Ketahanan Produk Pertanian dan Petani Indonesia
|
|||||||
PALEMBANG, 10 SEPTEMBER 2016
|
|||||||
NO
|
ITEM
|
JUMLAH
|
SATUAN
|
HARGA
|
VOLUME
|
SATUAN
|
JUMLAH
|
A
|
SEMINAR
NASIONAL
|
||||||
1
|
PERSIAPAN
|
||||||
a
|
Cetak
undangan
|
500
|
exp
|
2,500
|
1
|
kali
|
1,250,000
|
b
|
Biaya
kurir
|
500
|
exp
|
3,000
|
1
|
kali
|
1,500,000
|
c
|
ATK
|
1
|
unit
|
250,000
|
2
|
kali
|
500,000
|
d
|
Spanduk
|
5
|
unit
|
250,000
|
1
|
kali
|
1,250,000
|
e
|
Publikasi
media
|
10
|
pax
|
100,000
|
2
|
kali
|
2,000,000
|
f
|
Backdrop
(2 x 6 meter)
|
2
|
unit
|
500,000
|
1
|
kali
|
1,000,000
|
Sub Total
|
7,500,000
|
||||||
2
|
PELAKSANAAN
|
||||||
a
|
Tiket Panitia
|
2
|
orang
|
650,000
|
4
|
kali
|
5,200,000
|
b
|
Tiket
Pembicara
|
1
|
orang
|
650,000
|
2
|
kali
|
1,300,000
|
c
|
Lumpsum
Pembicara
|
1
|
orang
|
3,000,000
|
1
|
kali
|
3,000,000
|
d
|
Sewa
Gedung
|
1
|
unit
|
5,000,000
|
1
|
kali
|
5,000,000
|
e
|
Nametag
peserta dan panitia
|
200
|
orang
|
2,500
|
1
|
kali
|
500,000
|
f
|
ATK
peserta
|
200
|
orang
|
7,500
|
1
|
kali
|
1.500,000
|
g
|
Snack
|
200
|
orang
|
25,000
|
2
|
kali
|
10,000,000
|
h
|
Makan
siang
|
200
|
orang
|
50,000
|
1
|
kali
|
10,000,000
|
i
|
Moderator
|
1
|
orang
|
750,000
|
1
|
kali
|
750,000
|
j
|
Souvenir
untuk pembicara
|
3
|
buah
|
60,000
|
1
|
kali
|
180,000
|
k
|
Sertifikat
|
200
|
lembar
|
2,500
|
1
|
kali
|
500,000
|
l
|
Petugas
Kebersihan dan Satpam
|
5
|
orang
|
50,000
|
2
|
kali
|
500,000
|
m
|
Penggandaan
Makalah 2 Pembicara x 10 lembar
|
200
|
orang
|
150
|
20
|
lembar
|
600,000
|
n
|
Operasional
Panitia
|
15
|
paket
|
1,000,000
|
1
|
kali
|
15,000,000
|
o
|
Media
Peliputan Kegiatan
|
3
|
Media
|
300,000
|
1
|
kali
|
900,000
|
p
|
Penggandaan
laporan pelaksanaan
|
4
|
exp
|
200,000
|
1
|
kali
|
800,000
|
Sub Total
|
55,730,000
|
||||||
Grand Total Seminar
|
63,230,000
|
||||||
Penutup
Demikianlah TOR Musyawarah
Besar dan Seminar Nasional ini kami buat, atas kerjasama berbagai pihak kami
ucapkan terima kasih.
Palembang, 5 Agustus 2016
PANITIA
PELAKSANA SEMINAR NASIONAL
DAN
MUSYAWARAH BESAR IKAPERTA UNSRI 2016-2019
|
|
KETUA PANITIA,
YUDHI ZURIAH W.P
|
SEKRETARIS,
YUNIMAWATI
|
IKATAN ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA (IKAPERTA UNSRI)
PERIODE 2013-2016
KETUA UMUM,
DEDDY SALEH
|
SEKRETARIS UMUM,
EDWARD ARIF
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan dikomentari